Waspadai Tinja Anda untuk Deteksi Kesehatan (1)

Kualitas asupan pangan memberikan kesibukan organ tubuh kita

Waspadai Tinja Anda untuk Deteksi Kesehatan

Semua dari kita pasti pernah buang air besar kan? Nah, tinja yang keluar dari aktifitas itu bisa digunakan untuk mendeteksi kesehatan. Sederhana bukan? Mudah, murah, praktis !  Siapa bilang sehat itu mahal? Mari kita bahas bagaimana mewaspadai tinja anda untuk deteksi kesehatan.

Aktifitas buang air besar ditentukan oleh asupan pangan, kondisi metabolism tubuh dan psikologis. Secara simple bisa dikatakan, apa saja dan seperti apa inputnya? Kemudian bagaimana tubuh memproses bahan makanan yang sudah diinputkan kedalamnya? Bagaimana kondisi kejiwaan anda ? Semua itu secara menyeluruh akan memberikan dampak bagi  kesehatan anda.  Kabar baiknya, anda bisa melihat dari output yang dihasilkan, yaitu tekstur, bau, warna, maupun bentuk tinja, dan frekwensi buang air besarnya.. Bukan jorok lho ya…

Pengerasan tekstur tinja  menentukan residence time di usus besar. Residence time (waktu tinggal) limbah makanan ini  di dalam usus besar yang  lama tidaklah bagus! Memang betul, diperlukan waktu tinggal untuk memberi kesempatan pada mikroba pengurai bekerja. Bayangkan saja kalau tidak ada mikroba pengurai, dunia ini bisa penuh dengan tinja akibat tidak teruraikan di alam. Wuih… serem!  Tapi ya jangan lama-lama amat. Idealnya setiap hari kita harus melakukan aktifitas buang air besar, miimal sekali. Umumnya di pagi hari. Pengerasan tinja akan menurunkan frekwensi buang air besar. Kondisi ini disebut konstipasi atau sembelit. Sebaliknya, jika frekwensi buang air besar terlalu sering dan tinja tidak mengalami pengerasan juga tidak bagus. Berarti anda mengalami diare atau mencret.

Pasti anda paham betul kalau aktifitas buang air besar yang paling berasa bagi anda dan orang lain yang menggunakan WC bersama anda adalah bau. Bau khas ini akibat dari aktifitas bakteri terhadap limbah makanan yang anda makan.  Bakteri ini menghasilkan senyawa seperti Indole, Skatole serta Thiol (senyawa yang memiliki kandungan belerang) dan gas yang bernama Hidrogen Sulfida. Selain bakteri yang berkembang, tentunya apa yang kita makan seperti konsumsi makanan yang berbentuk rempah-rempah dapat menaikkan bau khas  tinja.

Dalam dunia kedokteran kontrol  tinja adalah satu diantara kontrol laboratorium yang dapat memastikan diagnosis satu penyakit. Sebab tinja merupakan  satu diantara parameter yang dipakai untuk membantu dalam penegakan satu penyakit dan menyelidiki suatu penyakit dengan mendalam. Tinja adalah spesimen yang utama untuk mendiagnosis adanya kelainan pada sistem Traktus Gastrointestinal seperti diare, infeksi parasit, pendarahan gastrointestinal, ulkus peptikum, karsinoma serta sindroma malabsorbsi.

 

Baca juga :

Waspadai Tinja Anda untuk Deteksi Kesehatan (2)

One thought on “Waspadai Tinja Anda untuk Deteksi Kesehatan (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *