Panama Papers Pengusaha Indonesia, Skandal atau Keberuntungan VS Pengembangan Bioenergi???

 

Mossack – Fonseca, Panama Papers Pengusaha Indonesia

Salam Mandiri Pangan dan Energi,

Heboh berita panama papers terngiang dimana-mana, sejak diretasnya data sampai sekarang ini. Sesungguhnya  Panama Papers pengusaha indonesia, skandal ataukah keberuntungan ? Menarik untuk mengkajinya  dengan pikiran terbuka dan hati yang jernih.

Yuk kita samakan persepsi dulu, bahwa  harta  yang di Panama Papers itu belum tentu hasil kejahatan atau kecurangan. Ada sih pastinya yang berasal dari akal-akalan orang-orang besar di tanah air ini. Tapi ada kok beberapa dari mereka yang taat mengeluarkan Zakat dari harta yang mereka miliki keseluruhan. Jadi tidak perlu dipolitisirlah… Kita berbaik sangka saja.

Berbicara secara hukum, mempunyai perusahaan offshore bukan berarti secara otomatis melakukan kegiatan illegal. Mereka tertarik tawaran Mossack Fonseca  akan jasa pembuatan perusahaan yang bebas pajak untuk kliennya dan aman privasinya pula.

Tapi bagaimanapun mereka yang namanya tercantum di daftar Panama Papers, memang  jadi disorot publik. Pastinya publik mengklaim bahwa mereka mencoba untuk menghindari pajak. Padahal mereka sehari-hari tinggal, makan, minum, beranak pinak, dan menikmati hidup di Indonesia. Nah, ini yang dari dulu menggoda pikiran saya, sejauh mana  regulasi yang memayungi zakat vs pajak? Karena secara hakiki kewajiban sebagai manusia terhadap manusia lainnya maupun kewajiban memenuhi aturan Tuhannya sudah dilakukan dengan mengeluarkan zakat, infak, dan shodaqoh. Mereka menghitungnya dari seluruh harta mereka lho, termasuk yang diPanama Papers.

Dibandingkan mereka meletakkan uangnya di Bank Barat, yang sudah pasti RIBA dan juga  tidak tahu juntrungnya untuk kegiatan perang, produksi senjata ataukah apa? yang jelas semakin memperbesar power negara yang katanya adidaya, mungkin pilihan ke Mossack Fonseca lebih bisa diterima.

Kemudian saya berpikir terhadap pengembangan Bioetanol sebagai Bioenergi.  Bagaimana kalau mereka kita fasilitasi untuk berinvestasi di pengusahaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN)  ini. Cakep sekali!

Regulasi dalam melakukan pengusahaan Bioetanol sebagai Bioenergi harus sudah clear tentunya. Lingkungan eksternal yang nyaman untuk berinvestasi  harus sudah mendukung. Sebesar yang saya ketahui pihak eksekutif pemerintah sudah sangat welcome, nilai yang disepakati untuk subsidipun sudah dialokasikan. Terus kenapa belum bisa berjalan pengembangan BBN Bioetanol ini?  Ternyata mentok di pihak Legislatif. Kenapa ? Ah….Semoga Bapak Ibu wakil Rakyat di   Legislatif ini smart dan visioner.

Atau kita bisa ajak untuk bermain dalam pengusahaan Biodiesel berbasis kelapa sawit. Nah, kita juga bisa ajak mereka mengembangkan kemandirian energi untuk memasak rumah tangga, dengan kompor bioenergi berbahan bakar cangkang sawit ataupun limbah kayu. Kalau kita bisa sinergikan bersama, pasti Kemandirian Pangan dan Energi bisa diwujudkan. Jadi kesimpulannya, Panama Papers Pengusaha Indonesia bisa menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Salam mandiri Pangan dan Energi.

Menik Sumasroh

Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Bioetanol Indonesia

Note :

Pengembangan Bioenergiuntuk rumah tangga, bisa dilihat pada link www.komporbioenergi.com

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *