Meninggalnya Oka Mahendra Seharusnya Menyentil Kita Para Orang Tua

Meninggalnya Oka Mahendra Seharusnya Menyentil Kita Para Orang Tua
Meninggalnya Oka Mahendra Seharusnya Menyentil Kita Para Orang Tua

Meninggalnya Oka Mahendra Seharusnya Menyentil Kita Para Orang Tua

Selamat Ulang Tahun Oka Mahendra. Hari ini umurmu genap 23 tahun. Usia yang masih belia. Usia awal produktif seorang pemuda. Masa mulai menapaki kehidupan yang sesungguhnya. Selamat jalan anak muda. Semoga kepergianmu menjadi hikmah bagi kami yang masih melanjutkan kehidupan. Menjadi pelajaran bagi anak muda lainnya. Dan Meninggalnya Oka Mahendra Seharusnya  Menyentil Kita Para Orang Tua.

Wahai para orang tua,  berikanlah  anak-anak anda kesempatan untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi sedari  kecil.  Jika anak-anak selalu anda berikan kemudahan-kemudahan, semua permintaannya anda berikan, jika ada kesulitan sedikit  anda langsung turun tangan.  Anda selalu menjadi orang super yang selalu ada untuknya dan selalu siap menolongnya.  Hm… mestinya tidak begitu juga.    Walai insting menjadi orang tua adalah melindungi anak.

Mestinya kita melindunginya untuk masa yang saaaangat panjang. Masa dimana kita sebagai orang tua mungkin sudah dipanggil yang kuasa. Masa yang peradabannya  sudah jauh berbeda dengan saat sekarang. Persaingan yang sangat ketat. Berbagai dampak Globalisasi, dst  dst.  Masa dimana dia harus mampu  menyelesaikan masalah, yang pelik sekalipun. Bagaimana agar dia tidak mudah menyerah,  kuat bertahan dalam menghadapi kesulitan, dan  menjadikannya pribadi yang tangguh. Pastinya tidak mudah putus asa, dan kreatif mencari solusi dalam kehidupannya.

Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah dan mencari solusi adalah skill yang wajib dimiliki.  Skill ini  dimiliki karena  selalu  dilatih, dilatih dan dilatih. Sadarlah para orang tua. Dunia ini adalah dunia cobaan. Masalah akan selalu ada. Anak-anak kita harus bisa bertahan melewati hujan, badai, dan berbagai masalah pelik yang seringkali tidak bisa dihindari. Bukannya frustasi dan bunuh diri seperti yang terjadi pada Oka Mahendra.

Ajaklah mereka melihat sisi kehidupan yang nyata. Ajaklah juga melihat Nelayan tua yang terombang ambing badai di tengah lautan. Bagaimana kamu berkiprah nak?  Ikan yang kamu makan dari tangkapan mereka. Ajaklah mereka melihat bagaimana petani-petani tua mencangkul.   Nasi yang kamu makan adalah hasil kerja mereka. Ajaklah melihat dan berpikir, dimana anak mudanya dan bagaimana jika si tua tadi meninggal?  Ajak mereka berpikir bahwa dibalik permasalahan si tua-tua tadi ada peluang emas untuk membangun bisnis berbasis sumber daya alam. Ajak matanya menatap tajam akan kehidupan disekitarnya. Perkaya penglihatan matanya dan ajak menggunakan berbagai  kacamata. Agar dia bisa melihat berbagai sudut pandang dengan bijaksana.

Salam

Baca Juga :

Kiprah Menik Sumasroh dalam Pengembangan Masyarakat

Kursus Internet Marketing untuk UKM Indonesia

Hari Kebangkitan Nasional bagi Kami

Belajar Internet Marketing secara Live untuk Kamu yang di Papua Barat 

Belajar internet Marketing secara LIVE di jakarta Barat

Belajar Internet Marketing secara LIVE di Sumatera Utara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *