Apakah Serat Pangan Itu?

 Serat Pangan
Serat Pangan

Apakah Serat Pangan Itu?

Definisi Serat

Menurut The American Association of Cereal Chemist (AACC, 2001), serat adalah  bagian dari tanaman yang bisa dimakan. Merupakan karbohidrat analog yang resisten pada pencernaan dan absorpsi pada usus halus dengan fermentasi lengkap atau sebagian pada usus besar. Serat makanan itu mencakup pati, polisakarida, oligosakarida, lignin serta komponen tanaman yang lain.

Menurut Health Council of the Netherlands, Serat makanan adalah  substansi yg tidak dicerna atau di serap pada usus halus,  memiliki susunan kimia yang terdiri dari karbohidrat, analog karbohidrat, lignin serta substansi lainnya yang hampir sama.

Codex Alimentarius Commision (CAC, 2006) mendeskripsikan serat makanan yaitu karbohidrat polimer dengan derajat polimerisasi tidak kurang dari 3, yg tidak dicerna atau di serap di usus halus.

Sayuran dan  buah merupakan  bahan makanan yang banyak mengandung serat pangan , atau lebih tepat disebut  dietary fiber. Serat makanan (diatery fiber) yaitu komponen dalam tanaman yg tidak tercerna oleh enzim dalam tubuh manusia. Serat secara alami ada dalam tanaman. Serat terdiri atas beragam substansi yang  salah satunya adalah karbohidrat kompleks.

Sebagian karbohidrat tidak bisa di hidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan manusia. Bagian yg tidak dicerna ini adalah  serat kasar yang masuk saluran pencernaan serta  di buang sebagai feses. Serat makanan ini terdapat dalam dinding sel tanaman yang memiliki kandungan 3 jenis polisakarida yakni sellulosa, hemisellulosa, dan pectin. Terdapat juga serat lignin yang bukan karbohidrat.

PEMBAGIAN SERAT

Berdasar pada sifat kelarutan,  serat digolongkan menjadi 2 kelompok :

  1. Serat yang larut air (Soluble Dietary Fiber/SDF).

     Bila bertemu dengan air akan berbentuk gel. Yang termasuk dietary fiber larut air adalah :  pektin, musilago dan  gum.

Sumber makanan yang mengandung serat larut tinggi adalah makanan jenis biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah dan sayur. Contohnya : Beras , sereal gandum , havermut , oat , kentang , ubi jalar , bawang , apel , kacang merah , pisang , legume, kacang polong, kedelai , brokoli , wortel , jeruk , strawberi , apricot, kismis, Bit, persik , pir , biji wijen , timun , seledri.

Serat makanan tidak larut  dalam air, fungsi utamanya mempercepat waktu transit makanan di dalam saluran pencernaan.

Manfaat Serat Larut secara menyeluruh adalah  adalah :

  • efektif dalam menurunkan kadar kolesterol plasma
  • efektif dalam mereduksi kadar LDL serta meningkatkan kadar HDL plasma
  • berperan dalam mereduksi absorpsi glukosa dalam usus. Bermanfaat bagi penderita Diabetes Melitus
  • membuat perut cepat merasa kenyang . Bermanfaat untuk mempertahankan berat badan normal atau menurunkan berat badan
  1. Kelompok serat yg tidak larut air (Insoluble Dietary Fiber/IDF)

    Yang termasuk  serat tidak larut air adalah :   selulosa, hemiselulosa serta lignin.

Makanan yang mengandung kadar serat tidak larut tinggi: Makanan jenis kacang-kacangan, sayuran daun hijau tua, umbi-umbian dengan kulitnya, dan buah-buahan dengan kulitnya. Contohnya : gandum utuh , jagung , bekatul , beras , seledri , brokoli , kubis , bawang , tomat, wortel , mentimun , kismis , anggur , kakao , kelapa , kacang kedelai , kacang tanah, almond.

Manfaat serat tidak larut :

  • tidak signifikan sebagai agen hipokolesterolemik
  • peranannya sangat penting dalam pencegahan disfungsi alat pencernaan :
  1. – konstipasi (sembelit)
  2. – haemoroid (ambeien)
  3. – kanker usus besar
  4. – infeksi usus buntu
  5. – divertikulosis

 

Baca juga :

Waspadai tinja anda untuk deteksi kesehatan

Waspadai bentuk tinja anda untuk deteksi kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *